Pemilihan Foto
Setiap foto memiliki faktor-faktor yang perlu diperhatikan, yang sangat
mempengaruhi pemilihan suatu foto yang baik. Menurut Soelarko (1983) faktor-faktor
tersebut adalah sebagai berikut.
1. Objek Foto
Objek foto dapat berupa orang (Portrait), benda-benda mati (Stillife), atau pemandangan
(Landscape).
2. Penyinaran (Lighting)
Kondisi sinar diperinci dalam arah datangnya sinar, karena itu dapat dibedakan macammacam
kondisi penyinaran, yaitu sebagai berikut.
a. Penyinaran Muka (Front Lighting).
b. Penyinaran Belakang (Back Lighting).
c. Penyinaran Samping Tegak Lurus (Side Lighting).
d. Penyinaran Samping Bersudut (Lighting 45).
e. Penyinaran Pinggir (Rim Lighting).
f. Penyinaran Atas (Overhead Lighting).
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
SPK merupakan sistem informasi berbasis komputer yang intraktif, fleksibel, dan
dapat beradaptasi, yang secara khusus dikembangkan untuk mendukung penyelesaian
permasalahan yang tidak terstruktur untuk meningkatkan pembuatan keputusan (Turban
1995).
Metode Analytical Hierarchy Process(AHP)
Metode AHPmerupakan salah satu model untuk pengambilan keputusan yang dapat
membantu kerangka berfikir manusia. Pada dasarnya AHP adalah metode yang memecah
suatu masalah yang kompleks dan tidak terstruktur ke dalam kelompok-kelompok,
mengatur kelompok-kelompok tersebut ke dalam suatu susunan hirarki, memasukkan nilai
numeris sebagai pengganti persepsi manusia dalam melakukan perbandingan relatif, dan
akhirnya dengan suatu sintesis ditentukan elemen mana yang mempunyai prioritas tertinggi
(Permadi, 1992).
Metode AHPmemakai persepsi manusia yang dianggap expertsebagai input utama,
yaitu orang yang mengerti benar permasalahan yang diajukan, merasakan akibat suatu
masalah, atau punya kepentingan terhadap masalah tersebut.
Algoritma AHP
Pada dasarnya langkah-langkah dalam pembentukan metode AHP dapat dijelaskan
dalam algoritma berikut ini.
Langkah Pertama : Menyusun Hirarki
Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan, dilanjutkan dengan kriteria-kriteria
dan kemungkinan alternatif-alternatif pada tingkatan yang paling bawah.
Langkah Kedua : Menetapkan bobot/ prioritas elemen.
a. Menetapkan perbandingan berpasangan
Perbandingan dilakukan berdasarkan judgment pengambil keputusan dengan menilai
tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lain.
b. Menghitung bobot/ prioritas elemen
Langkah Ketiga : Mengukur konsistensi
Konsistensi perlu diukur untuk mengetahui apakah penilaian atau pertimbangan yang
dilakukan pada setiap langkah kedua di atas menunjukkan bahwa konsistensi antara objek
yang dinilai adalah benar. AHP mengukur konsistensi menyeluruh atas berbagai
pertimbangan melalui suatu rasio konsistensi. Nilai rasio konsistensi harus 0,1 atau kurang.
Nilai rasio konsistensi yang melebihi 0,1 akan menyebabkan konsistensi tidak 100%,
disarankan untuk dilakukan perbandingan ulang pada matriksnya.
IMPLEMENTASI SISTEM
Program aplikasi yang mengimplementasikan metode AHP untuk pengambilan
keputusan dalam pemilihan foto berdasar tujuan perolehan foto tersebut, memiliki menu
utama untuk menjalankan aplikasi selanjutnya. Menu utama tersebut terdiri atas
penginputan tujuan, kriteria-kriteria, dan alternatif foto yang akan dipilih. Kemudian proses
perbandingan kriteria dan perbandingan foto, sampai ditemukan hasil berupa total bobot
prioritas foto yang paling tinggi untuk dipilih sesuai dengan tujuan perolehan foto tersebut,
yang ditampilkan dalam bentuk grafik batang. Juga terdapat fasilitas untuk menghapus data
tertentu atau semua data dan juga fasilitas help dan about.
Form inputan
1.yang dibutuhkan pada program AHP ini adalah untuk menginputkan
tujuan dalam pemilihan foto, kriteria-kriteria pemilihan dan yang terakhir alternatif foto
yang akan dipilih.
2.Untuk melanjutkan proses setelah menentukan tujuan pemilihan foto adalah dengan
menekan tombol 'Lanjut' untuk menentukan kriteria-kriteria dalam pemilihan foto.
3.Setelah kriteria-kriteria dalam pemilihan foto didefinisikan, maka proses
selanjutnya, adalah menentukan alternatif foto yang akan dipilih, dengan menekan tombol
'Lanjut'. Gambar 4 memperlihatkan form untuk menentukan foto yang akan dipilih
4.Selanjutnya tekan tombol 'Selesai' pada form input foto, untuk mengakhiri
penginputan foto dan seluruh langkah penginputan yang dibutuhkan dalam pengambilan
keputusan untuk pemilihan foto berdasar tujuan perolehan foto dengan metode AHP.
Form Proses
Proses
yang terjadi setelah penginputan data adalah proses perbandingan kriteria
berdasarkan tujuan dan proses perbandingan alternatif foto berdasarkan pertimbangan
masing-masing kriteria.
Pada menu utama pilih tombol 'Perbandingan Kriteria Foto' untuk menampilkan
form perbandingan kriteria, untuk menginputkan dan memproses perbandingan kriteriakriteria
yang dibutuhkan dalam pemilihan foto, sampai ditemukan bobot prioritas kriteria.https://mynurhaisyah.blogspot.com
Proses perhitungan di atas akan menghitung matriks perbandingan kriteria sampai
ditemukan bobot prioritas kriteria dan konsistensi matriks tersebut. Yang mana dapat dilihat
dengan menggunakan tombol 'Lihat Proses'.
Proses selanjutnya adalah membandingkan alternatif-alternatif foto yang akan
dipilih berdasarkan pertimbangan masing-masing kriteria pemilihan foto, dengan memilih
tombol 'Perbandingan Alternatif Foto' pada menu utama.
Proses perhitungan di atas akan menghitung matriks perbandingan foto berdasarkan
setiap kriteria sampai ditemukan bobot prioritas foto dan konsistensi matriks tersebut. Yang
mana dapat dilihat dengan menggunakan tombol 'Lihat Proses'. Ketika tombol 'Lihat Proses'
dipilih maka akan muncul daftar kriteria pemilihan foto yang dapat dipilih dengan mengklik
tombol 'Lihat Proses' untuk melihat proses perhitungan matrik perbandingan foto
berdasarkan kriteria tersebut, bobot prioritas foto dan konsistensi dari matrik tersebut.
Form Hasil Akhir
Setelah melakukan perbandingan dan proses perhitungan dengan AHP maka akan
ditampilkan hasil total bobot prioritas foto, yang ditampilkan dalam bentuk grafik batang,
dengan memilih tombol 'Hasil Akhir' pada menu utama.